Ma'rifatullah artinya mengenal Allah. cara kita mengenal Allah ada 2 cara yaitu dengan ayat qouliyah dan kauniyah. ayat qouliyah ialah firman-firman Allah yang termaktub dalam ayat-ayat suci Al-Qur'an. sedangkan ayat kauniyah ialah segala citptaan Allah di seluruh alam semesta ini. Ma'rifatullah dibagi menjadi 3 : pertama rububiyah yaitu Allah bersifat aktif, kedua malikiyah yaitu allah bersifat penguasa, ketiga uluhiyah yaitu Allah bersifat pasif. rububiyah atau Allah bersifat aktif mempunyai maksud sebagai pencipta , pemberi rezeki dan pemilik. sedangkan Allah bersifat penguasa sebagai yang ditaati memiliki wewenang penuh, legalitas/menentukan, loyalitas. Allah bersifat uluhiyah atau pasif ialah Allah bersifat ketuhanan yang wajib di abdi. Allah menciptakan seluruh alam semesta dengan segala kekuasaannya dan mengatur semua yang ada di alam semesta ini serta memberi rizik apa-apa yang ada dalam semestan ini. dan Allah adalah pemilik tunggal dari apa yang ada di alam semesta ini. jadi harta, istri, orang tuah dan lain sebagainya adalah titipan Allah yang kapan pun Allah mau akan diambilnya. karna Allah sebagai penguasa mempunya kewengangan dalam hal itu. dan Allah berhak menentukan apapun yang terjadi di alam semesta ini dan Allah bersifat Loyal kepada hambanya yang taat. Allah lah yang berhak kita tuhankan karna tiada tuhan selain Allah dan tiada sekutu baginya dan hanya Allah lah tempat kita mengabdi. semoga tulisan ini bermanfaat bagi saya pribadi dan bagi pembaca sekalian. wassalam...
Selasa, 18 Januari 2011
MAIYATULLAH
Maiyatullah artinya Bersama Allah, Maiyatullah dibagi menjadi 2, yaitu umum dan khusus. Maiyatullah dalam arti umum ialah Allah bersama kita tanpa adanya syarat. sedangkan Maiyatullah dalam arti khusus ialah Allah bersama kira dengan adanya syarat. Allah bersama kita tanpa memberi syarat ialah bersifat mutlak. yaitu Allah mengawasi dan berbuat baik kepada semua makhluknya tanpa melihat hambanya kafir atau muslim. dengan adanya pengawasan dari Allah dan Allah berbuat baik kepada semua makhluknya akan mendorong kesadaran kita sebagai seorang hamba taat kepada Allah. sedangkan Allah bersama kita dengan adanya syarat-syarat tertentu ialah dengan keimanan dan amal sholeh kita yang akan mendatangkan pertolongan Allah dimanapun, kapanpun dan kondisi apapun. tapi kadang manusia hanya beriman saja tapi tidak mengerjakan amal sholeh atau sebaliknya mengerjakan kebaikan tapi tidak beriman kepada Allah. maka pertolongan Allah belum datang kepadanya. atau mengerjakan keduanya tapi tidak didasari dengan niat dan ikhlas serta sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW. itulah sebabnya kadang orang bertanya-tanya kenapa saya sudah beriman dan berbuat baik tapi pertolongan Allah belum datang juga? mungkin ada yang salah dari niat , cara dan keikhlasannya. dari bagian umum dan khusus di atas keduanya akan mendapatkan kemenangan pada akhirnya jika semua syarat telah terpenuhi. ini juga sebagai pelajaran bagi negeri kita yang silih berganti ditimpa bencana. apa yang salah dari negeri kita? apa yang salah dari pemimpin kita? apa yang salah dari masyarakat kita? apa yang salah dengan keluarga kita? apa yang salah dari diri kita? mari kita semua tingkatkan keimanan dan memperbanyak amal sholeh sehingga Allah senantiasa bersama kita dan tidak henti hentinya Allah memberi pertolongan kepada kita. semoga tulisan ini bermanfaat buat kta semua, amien..
Rabu, 29 Desember 2010
ADAT SUAP CPNS BANGKALAN
Suap Menyuap Di Bangkalan sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Bangkalan, akhir-akhir ini dengan dibukanya lowongan CPNS di Bangkalan adalah ladang subur bagi para Oknum Pemerintah Bangkalan yang menggantungkan nasibnya dari hasil suap. padahal mereka semua adalah muslim tapi masih melakukan perbuatan suap menyuap. Diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Abu Hurairah. Beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Allah melaknat penyuap dan orang yang menerima suap dalam urusan pemerintahan". Imam At Tirmidzi meriwayatkan dari Abdullah Bin Umar. Beliau berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Allah melaknat penyuap dan orang yang menerima suap". Imam Ahmad meriwayatkan dari Tsauban: "Rasulullah SAW melaknat penyuap dan orang yang menerima suap serta perantara antara keduanya". Suap adalah harta yang diperoleh karena terselesaikannya suatu kepentingan manusia (baik untuk memperoleh keuntungan maupun untuk mengindari kemudaratan) yang semestinya harus terselesaikan tanpa imbalan. Suap hampir sama dengan upah (gaji). Namun keduanya jelas-jelas berbeda. Upah diperoleh sebagai imbalan atas terlaksananya pekerjaan tertentu (yang semestinya) tidak harus dilaksanakan sedangkan suap, adalah imbalan atas terlaksananya pekerjaan tertentu (yang semestinya) wajib dilaksanakan tanpa imbalan apapun dari orang yang terpenuhi kepentingannya. Kadang-kadang suap dapat berupa imbalan atas terlaksananya perbuatan yang semestinya wajib dilaksanakan tanpa imbalan dari pihak memintanya. Kadang-kadang juga berupa imbalan agar tidak melaksanakan pekerjaan yang semestinya wajib dilaksanakan
Suap yang diharamkan bukan hanya suap yang dilakukan kepada penguasa, atau pegawai, atau pimpinan saja. Melainkan semua bentuk suap tetap haram, sekalipun kepada tukang sampah. Suap yang diberikan kepada polisi agar terhindar dari ancaman bahaya, sama seperti praktek suap kepada pen guasa, yang diharamkan oleh nash. Suap kepada direktur sebuah PT agar bisa bekerja di instansi tersebut, atau agar ia tidak dipecat dari instansinya sama seperti suap (yang dilakukan) kepada penarik pajak, semuanya haram. Suap kepada seorang mandor agar meringankan tugas si penyuap, sama saja seperti suap kepada seorang buruh (pedagang) agar memilihkan barang-barang yang bagus untuk si penyuap semuanya haram. Suap yang diberikan oleh pegawai percetakan karena ia lalai terhadap pemilik percetakan dan agar pekerjaannya (dianggap) baik adalah sama seperti suap yang dilakukan kepada petugas PLN sebagai imbalan agar dia mendahulukan pekerjaannya untuk si penyuap tadi semuanya haram. Semua itu adalah praktek suap dan semua praktek suap diharamkan. Karena harta itu diperoleh sebagai imbalan untuk menunaikan kepentingan yang semestinya wajib ditunaikan tanpa imbalan dari pihak yang berkepentingan.
moga tulisan ini menjadi pengingat bagi yang suka suap menyuap ataupun bagi yang belum pernah melakukan suap agar jangan sampai melakukan hal yang diharamkan allah ini
Suap yang diharamkan bukan hanya suap yang dilakukan kepada penguasa, atau pegawai, atau pimpinan saja. Melainkan semua bentuk suap tetap haram, sekalipun kepada tukang sampah. Suap yang diberikan kepada polisi agar terhindar dari ancaman bahaya, sama seperti praktek suap kepada pen guasa, yang diharamkan oleh nash. Suap kepada direktur sebuah PT agar bisa bekerja di instansi tersebut, atau agar ia tidak dipecat dari instansinya sama seperti suap (yang dilakukan) kepada penarik pajak, semuanya haram. Suap kepada seorang mandor agar meringankan tugas si penyuap, sama saja seperti suap kepada seorang buruh (pedagang) agar memilihkan barang-barang yang bagus untuk si penyuap semuanya haram. Suap yang diberikan oleh pegawai percetakan karena ia lalai terhadap pemilik percetakan dan agar pekerjaannya (dianggap) baik adalah sama seperti suap yang dilakukan kepada petugas PLN sebagai imbalan agar dia mendahulukan pekerjaannya untuk si penyuap tadi semuanya haram. Semua itu adalah praktek suap dan semua praktek suap diharamkan. Karena harta itu diperoleh sebagai imbalan untuk menunaikan kepentingan yang semestinya wajib ditunaikan tanpa imbalan dari pihak yang berkepentingan.
moga tulisan ini menjadi pengingat bagi yang suka suap menyuap ataupun bagi yang belum pernah melakukan suap agar jangan sampai melakukan hal yang diharamkan allah ini
Rabu, 22 Desember 2010
HARI IBU
Hari Ibu, apakah hari ibu hanya dirayakan pada 22 Desember saja? kemanakah hari bapak? apa tidak ada apresiasi buat orang tua laki-laki? Hari Ibu asal usulnya dari budaya kafi yaitu MOTHER DAY, kita sebagai umat muslim tidak sepatutnya ikut-ikutan melakukan budaya mereka, kita merealisasikannya tiap hari dengan cara kita menghormati kedua orang tua kita dan mematuhinya selagi dalam batas-batas ajaran Islam. walaupun kedua orang tua kita salah, kita menegurnya harus dengan sopan santun dan tata krama yang baik. begitulah cara agama Islam memuliakan Ibu & Bapak kita. Jadi tidak hanya setiap tanggal 22 Desember saja kita memuliakannya yang nota benenya budaya orang kafir, kita harus setiap hari memuliakan, membahagiakan, mematuhi orang tua kita. dalam hal ini Ibu memang lebih dimuliakan dari pada orang tua laki-laki, karena sabda Nabi Muhammad S.A.W muliakanlah Ibumu,Ibumu,Ibumu, baru Bapakmu. tidak salah ada istilah surga ada di telapak kaki ibu. jika kedua orang tua ridha insyaallah selama dalam ajaran islam allah akan meridhoi juga.
CARA MENYIKAPI NATAL DAN TAHUN BARU MASEHI
Natal Dan Tahun Baru , Merry Christmas dan happy new year, itulah yang terekam dalam benak setiap orang pada akhir bulan Desember, bagi orang-orang nasrani dan para orang Islam pengikut budaya mereka. kalau bagi orang-orang nasrani sudah tentu mereka merayakan hari besar mereka, tapi mengapa kita yang sebagai orang Islam kok bisa ikut-ikutan merayakannya? kadang ada teman kita atau relasi bisnis kita mengucap kan selamat hari natal, hukum menjawab selamat hari natal adalah haram, karna dengan kita menjawabnya kita berarti mengakui bahwa hari natal itu ada, padahal dalam ajaran islam hari natal itu tidak ada, bahkan ada yang menyebutkan hari natal adalah buatan orang yahudi yang membodohi kaum kristen. sedangkan untuk tahun baru masehi adalah tahun barunya orang nasrani dan Islam sendiri memiliki tahun baru sendiri yaitu tahun baru hijriah. dengan kita ikut merayakan konvoi dan menyalakan kembang api di malam tahun baru dan keesokan harinya. sikap kita sebagai umat Islam seharusnya tidak ikut budaya mereka, walaupun begitu kita harus melaksanakan tenggang rasa dalam bersosial masyarakat dengan tidak mengganggu pelaksanaan perayaan hari raya mereka dan kita sekali lagi tidak boleh ikut merayakannya karena hukumnya haram menurut agama Islam. di Bangkalan sendiri pelakasanaan hari natal tidak begitu meriah seperti di kota-kota besar lainnya karena mayoritas penduduk Bangkalan adalah umat Islam. Tapi dalam hal perayaan tahun baru masehi begitu meriah di Bangkalan, di tiap-tiap daerah muda-mudi bahkan orang tua pun banyak yang ikut merayakannya. Padahal mereka semua penganut agama islam yang taat, tapi karena mereka kurang paham apa dasar dari perbuatan mereka, sehingga mereka melakukan perayaan yang merupakan budaya orang kafir. semoga dengan tulisan ini dapat mengingatkan diri saya pribadi dan anda sekalian pembaca semua.
Minggu, 12 Desember 2010
Plaza Bangkalan
Plaza Bangkalan adalah Plaza pertama di Bangkalan , terlengkap, termewah di Bangkalan bahkan mungkin di Madura, Plaza Bangkalan yang terletak di jalan ring road memudahkan orang-orang jika ingin pergi kesana, Plaza Bangkalan sendiri terdiri dari 4 lantai, lantai 1 berisi toko-toko pedagang kecil dan menengah , lantai 2 berisi swalayan dan grosir, lantai 3 berisi foodcourt dan arena game, lantai 4 berisi entertaimen, cafe dan billiyard center. Dengan adanya Mall ini masyarakat Bangkalan nanti tidak perlu lagi belanja jauh-jauh ke Surabaya jika ingin berbelanja di Mall atau hanya sekedar jalan-jalan saja, bahkan nanti akan merubah gaya hidup masyarakat Bangkalan seperti masyarakat kota-kota besar, yang biasanya pergi ke Mall tiap akhir pekan untuk menghabiskan hari libur mereka. tapi dengan adanya Plaza Bangkalan ini perekonomian di Bangkalan akan semakin maju pesat karna perputaran ekonomi yang makin cepat dengan semakin sibuknya perdagangan di Bangkalan. Tapi jangan sampai Bangkalan kehilangan identitasnya yaitu sebagai kota santri, melihat isi dari Plaza Bangkalan ini yang perlu di perhatikan adalah lantai 4, di lantai itu terdapat fasilitas cafe dan billiyard center yang identik dengan miras, narkoba, seks dan perjudian. Masyarakat dan pemkab harus kritis jikalau nanti di lantai itu disalahgunakan, yang rugi nanti adalah kita sendiri, yang akan menjadikan anak-anak kita terpengaruh budaya-budaya yang tidak berakhlak sesuai agama kita, jadi kita semua harus aktif dalam menjaga kota Bangkalan dari perubahan-perubahan yang tidak baik yang semakin deras dengan semakin majunya kota Bangkalan dengan makin banyaknya pembangunan di Bangkalan.
Sabtu, 11 Desember 2010
MAKNA SYAHADAT
MAKNA SYAHADAT ADALAH IKRAR. Kita sebagai ummat muslim pasti setiap hari melafalkannya, tapi apakah kita sudah mengetahui MAKNA SYAHADAT yang kita baca atau hanya terucap di mulut saja tanpa meresap ke hati dan mengamalkannya? MAKNA SYAHADAT ialah ikrar bahwa tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah. Konsekwensinya adalah kita menjalankan perintah dan menjahui laranganNya, peraturan-peraturan Allah tercantum dalam Al-Qur'an Dan Nabi Muhammad sebagai contoh teladannya, bagaimana kita mematuhi peraturan-peraturan dan menjahui larangannya kalau kita sendiri tidak tahu apa saja yang diperintah Allah dan yang dilarangnya? jadi kita harus membaca Al-Qur'an dan memahaminya sehingga kita dapat lebih mengenal Allah, tak kenal maka tak sayang begitukan? sedangkan untuk mengenal Nabi Muhammad yang merupakan teladan kita karna beliau tidak bergerak melainkan dibimbing oleh Allah dengan wahyuNya. Perilaku Nabi Muhammad selama hidup terdapat di hadist-hadist, jadi kita selain harus membaca Al-Qur'an kita haru membaca hadist-hadist nabi, dengan mengetahui siapa itu Tuhan kita dan siapa Nabi kita akan timbul rasa cinta di hati kita, dengan adanya cinta ini kita tidak akan merasa berat melakukan apa yang diperintah oleh Allah dan menjahui laranganNya. Jika perasaan cinta sudah tertanam dalam diri kita, kita tidak akan mengutamakan yang lain selain perintah Allah dan RosulNya. karna kita sudah memahami siapa Allah dan RosulNnya ? dan telah tumbuh rasa cinta pada keduanya melebihi cinta pada diri sendiri dan yang lainnya, maka akan timbul rasa ridho. ridho sendiri secara arti adalah rela, yakni rela dengan Allah adalah Tuhan kita, Nabi Muhammad sebagai Rosulullah dan Islam agama kita. dengan hal diatas akan muncul shibghatallah (warna Allah) dalam arti apa-apa yang kita lakukan akan mencerminkan akhlak-akhlak Al-Qur'an dan Hadist Nabi yang akan tertuang pada hati , akal dan amalan kita yang akan timbulnya perubahan pada diri kita, yang dahulu masih gelap gulita menjadi terang benderang, atau yang dahulu menganut suka berbuat kenistaan, kedzaliman, dll. sekarang berubah shaleh dan baik ahlaknya. Itulah makna syahadat secara keseluruhan. semoga tulisan saya ini bermanfaat bagi saya diri saya pribadi pada khususnya dan juga bermanfaat bagi pembaca sekalian
Langganan:
Postingan (Atom)